Trading

Mengenal Pairs untuk menghitung Profit / Loss

Meski dalam platform trading yang kita gunakan sudah ada yang menghitung profit/loss nya, akan lebih baik jika kita mengetahui perhitungan manual tentang profit/loss ini. Profit adalah ketika kita mendapatkan untung, sedangkan loss adalah ketika kita rugi.

Pertama-tama, yang perlu diperhatikan adalah pair apa yang kita tradingkan. Sebab, pair dibedakan menjadi tiga, yaitu direct rates, indirect rates, dan cross rate. Dan rumus penghitungannya pun tergantung dari jenis-jenis pair tersebut.

1. Direct Rates

Direct Rates Adalah pair dengan USD sebagai counter currency (USD terletak di belakang).
Contoh: GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, dan NZD/USD

2. Indirect Rates

Indirect rates Adalah pair dengan USD sebagai base currency (USD terletak di depan).
Contoh : USD/JPY, USD/CHF, dan USD/CAD

3. Cross Rates

Cross rates Adalah pair yang tidak mengandung USD.
Contoh: GBP/CHF , GBP/JPY, EUR/JPY, AUD/JPY dan EUR/GBP.

Contract size pada umumnya yang digunakan adalah dalam satuan lot, yaitu:

  • Standard lot ($100.000)
  • Mini lot ($10.000)
  • Micro lot ($1.000)

Setelah memahami perbedaan pairs diatas, kita akan belajar rumus menghitung profit atau loss sesuai dengan masing-masing pair. Rumusnya ada di postingan selanjutnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s